Minggu, 25 Januari 2015

Hammock Life: Sukamantri


Ketika rutinitas sudah mulai merasa tidak menyenangkan, semua berjalan seperti itu saja, yang kamu perlukan adalah sebuah tempat yang bisa membuatmu merasa nyaman, menenangkan, dan menyenangkan. Sambil kembali membuat rencana kedepan, untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.

Sukamantri, Bogor.
Awalnya hanya ingin beristirahat sejenak untuk keluar dari rutinitas yang mulai melelahkan. Kemudian, alam memberikan tempat tersebut. tempat yang nyaman tidak begitu ramai. Masih bisa kita lihat kabut, suara gerimis yang menetes di dedaunan. 




Senja di Sukamantri.
Bersama beberapa teman menghabiskan waktu di sana. bercerita tentang rutinitas lagi, pekerjaan. berkumpul bersama merupakan sesuatu yang sering kita rindukan, flying camp. Obrolan apa saja yang selalu muncul.










Kau perlu menemukan tempat untuk kecerdasan, kekuatan, dan koneksi nyata dari alam.
Sukamantri. Januari 2015








Sabtu, 10 Januari 2015

G7Farm: Menjumpai Kesenangan di Kebun


Pesawat Sriwijaya menuju Makasar baru saja take off dari bandara Halim malam itu. Tidak ada yang saya khawatirkan selain bahwa saya belum cukup tidur beberapa hari itu dan juga pot benih yang sudah mulai berkecambah ketika saya tinggalkan kembali. Ya, pasti tanaman-tanaman itu akan kekeringan, meski saya sudah menitip pesan ke mas Arab yang jaga di kosan. Oktober 2014 menjadi bulan yang sangat menyenangkan bagi perjalanan karir saya dan juga menjadi tidak menyenangkan karena kebun kecil samping kamar kos bakalan tidak terurus.

Memang yang saya khawatirkan terjadi. Ketika saya bisa shooting ke luar kota bakal ada yang dikorbankan. Tanaman saya tidak terurus. Batangnya layu dengan daun yang mencoba untuk bertahan beberapa helainya. Rencana pembibitan yang gagal dan juga beberapa tanaman dalam masa tumbuh yang juga gagal bukan karena hama melainkan ditinggal yang menanamnnya.


Setiap pulang dari kantor saya sempatkan untuk melirik, sekedar melirik karena sempat malas memulai lagi. Rumput liar sudah mulai tumbuh dengan di poly bag dan pot pembenihan, itu saya biarkan. Bahkan yang lebih menyebalkan adalah ketika media tanam yang sudah saya siapkan di beberapa polybag dan pot ternyata menjadi tempat spesial bagi kucing penghuni kos sebagai tempat mereka membuang kotorannya, saya biarkan itu juga.

Menjumpai kesenangan melalu hobi menanam, itu yang saya dapatkan setelah ketika senggang menanam beberapa tanaman yang awalnya hanya untuk pelengkap ketika akan masak indomie. Sawi yang segar, cabe yang langsung metik, oseng kangkung yang siap ketika dipanen, itu sangat menyenangkan.

Sekarang 10 Januari 2015. Sedikit demi sedikit saya harus membenahi kebun kecil samping kamar kos, beberapa poly bag yag menjadi tempat pembuangan kotoran kucing  saya buang beserta media tanamnya, sialan kalo ini. Beberapa ada yang diselamatkan. Pot hidroponik saya bersihkan kembali. Saya mulai menanam kembali di hari ini.

Mulai lagi menyiapkan penyemaian
Cabe trinidad, Carolina reaper yang masih memegang rekor terpedas saat ini saya semai kembali. Beberapa jenis tomat cery saya juga semai dan 3 jenis terong kecil saya semai. Sawi, pakcoy, dan kangkung, serta bayam menjadi penyemaian yang wajib di kebun kecil samping kos. Untungnya agenda beberapa minggu ini saya belum mendapat kerjaan yang mengharuskan suting keluar kota lagi, jadi saya siap merawat tanaman saya itu. 

Nanti akan saya coba update perkembangan tanaman yang hari ini saya tanam. Untuk yang hidroponik sudah mulai tak pindahkan beberapa hari lalu ke pipa. Keep roll, keep farming, and keep action.

A Day With Dapoer Pronas



Perjalanan menuju Pondok Indah waktu itu tidak begitu menghabiskan banyak waktu. Jalanan yang biasanya ramai ketika pagi, sepertinya tidak begitu macet. Itu membuat sedikit nyaman untuk tidak memikirkan waktu tentang terlambat.

Selasa, 6 Januari 2015. Ini menjadi suting perdana bagi saya dan tim di tahun 2015. Masih dengan project viral video untuk salah satu makanan kaleng yang sudah cukup lama ada di Indonesia. Pronas, suting kali ini memasuki seri ke 3, 4, dan 5. Bagi saya yang memang menyukai makanan cepat sajiyang dibuat sendiri, makanan kaleng memang cukup dekat. Mendapat project dari salah satu makanan kaleng favorit menjadi kebanggaan tersendiri. Dari konsumen kemudian menjadi bagian dari produsennya, ga terbayangkan sebelumnya.

Masih dengan tim lama yang selalu memberi pelajaran ketika produksi, dan tetap bersama klien dan agency yang selalu mendampingi saat suting. Studio yang kami pakai adalah salah satu kitchen studio yang menjadi favorit beberapa pelaku industri yang berhubungan dengan cooking, lifestyle studio yang berlokasi di Ranch Market, Pondok Indah. Dan, tetap dengan chef  yang sudah puluhan episode bekerja sama untuk cooking show di stasiun televisi, the rising star chef yuda bustara. Menghabiskan waktu bersama tim yang menyenangkan, bekerja bersama mereka menjadikan pengalaman seru. Selalu berharap menjadikan karya yang kami buat bisa menghibur dan menjadi tontonan yang menarik. Keep Roll...




Meski lelah kita tetap narsis depan kamera, tim produksi.


foto behind the scene by Dapoer Pronas Fanpage

Sabtu, 03 Januari 2015

Mandalawangi Dengan Segala Janji



Kami mendaki gunung bukan tanpa alasan, namun jika seorang teman sekali lagi bertanya tentang alasan kenapa naik gunung maka saya akan menjawab “berjalanlah bersamaku maka akan kau temui alasan itu, mendakilah bersamaku maka kau akan mengerti alasan itu.”

Gunung memberikan arti seperti memaknai sebuah perjalanan hidup. Setiap langkah yang dilalui, setiap halangan yang dijalani, atau ketika harus berhenti karena kondisi yang tidak memungkinkan. Lelah dan lemah kembali berfikir kenapa harus naik gunung hanya untuk merasakah lelahnya tubuh ini memikul berat beban ransel. Tapi, kita tetap menjalani. Dengan sekuat tenaga menapaki langkah yang kian berat untuk berada di tempat yang kita inginkan. Merasakan kebahagiaan yang tidak dapat dirasakan di kota, di kamar yang nyaman, ketika semua kebutuhan dan keinginan kita terpenuhi namun tidak ketika kita berada di gunung. Sebuah tempat yang selalu menempa dan mempersiapkan kita untuk lebih hati-hati agar bisa mendapatkan kesenangan yang kita inginkan.

Saya senang ketika mendengar gesekan batang pohon, meski kadang suara itu begitu menakutkan. Saya senang merasakan hembusan angin yang membelai tanpa kita meminta, meski kadang angin yang dingin itu seperti ingin menyekap dan membunuhku. Saya senang melihat halimun yang tiba-tiba datang, meski sebenarnya itu membuatku khawatir karena pandangan yang semakin tidka terlihat. Saya senang melihat hutan yang rimbun dengan lumut yang menyapa dengan warna hijaunya, meski kadang itu begitu menyeramkan. Saya senang ketika berada di puncak sebuah gunung, karena sebuah perjalanan tidak akan sia-sia.



Pangrango selalu memberi kenangan tersendiri. Ini sudah kelima kalinya saya bersilaturahmi ke gunung ini dan baru dua kali bisa berada di puncaknya. Bukan puncaknya sebenarnya yang saya tuju, melainkan sebuah tempat yang selalu mengajak semua keinginan untuk bisa berada di tempat terebut. Mandalawangi, orang lebih mengenal sebagai lembah kasih Mandalawangi berkat puisi dari seorang tokoh yang memang tanpa sepengetahuannya mengajak saya untuk ke Mandalawangi. Dia adalah Hok-Gie,seorang pendaki gunung.

Mendaki kembali Pangrango adalah tentang sebuah janji. Janji dimana itu harus ditepati. Janji yang seharusnya memang sedang dijalani. Bersama beberapa kawan akhirnya kami kembali mendaki Pangrango. Apoey, Ayoe, Djal, Imet, Sachi, dan Surya. Terima kasih kembali menemani perjalanan kali ini. 

Berterimakasihlah, bersyukurlah. Mandalawangi dengan segala janji.


Satu persatu impian itu menjadi begitu nampak di depan mata. Kabut yang memberi jarak itu telah memberikan kenangan. Bersama teman, keringat, kabut, lelah dan ujung mimpi, semua itu menyatu di Lembah Kasih Mandalawangi. Dingin yang menusuk tak dapat menggantikan pandangan kabut tipis yang perlahan menyelimuti Mandalawangi, pesan demi pesan seorang kawan yang selama ini ingin saya temui telah terjawab.

Untuknya yang telah memberi arti dalam setiap langkah, impian, aku telah berjalan beriringan meski tanpamu. Seorang teman yang pernah bilang jangan rasakan sakitmu, lelahmu sebelum tujuan itu tercapai.


#episodetu7uh - Passionate journey


Tenda kami
Imet & Sachi into the wild
Djal GM looking for step
Pangrango dengan medan merayap
Super sekali kawan, double carrier
Double Carrier
Soham

Google+ Badge