Kamis, 30 Oktober 2008

Mengelola Stres

Diilhami dan disusun ulang dari tulisan “Mengelola Stres” oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta.

Abi, copywriter di kantor, sering tiba-tiba menderita gatal-gatal yang ngaak jelas. Bentol sana sini yang hanya bisa diredam dengan minum obat anti alergi yang akibatnya jadi tidur mulu. Sementara Michael, sang group head, menderita keringatan di telapak tangan hanya jika masuk ke gedung kantor. Gejala dan keanehan apa ini? Saya tadinya tak pernah tahu hingga membaca tulisan Sonny tentang stress ini. Ternyata oh, ternyata… semua itu gejala stress!! 

Emang sih, kerja di dunia periklanan pasti akraaaab… banget sama stress! Secara kita harus kerja cepat, bagus, kreatif tapi cepat! Hahah. Sound like a superhero task huh?!

Stress sih, biasa. Masalahnya, bagaimana mengelola stress dengan baik agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan jiwa dan tubuh. Stres yang tak terkendali akan memicu naiknya tekanan darah dan berisiko terkena serangan jantung. Stres dapat pula menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi ini yang nantinya membuat pembuluh darah tersumbat, sehingga penderita rentan terhadap stroke.

Bagaimana tanda-tanda stres dapat dikenali?

Ada sejumlah sinyal yang sesungguhnya dapat Anda rasakan ketika Anda mengalami stres,
seperti: mudah tersinggung, naiknya tekanan jantung, meningkatnya tekanan darah, merasa berkeringat atau sering menggigil, sulit tidur, sakit kepala, sakit pencernaan, sakit di leher, sakit
punggung bagian bawah, mengalami sakit yang tidak biasa, pergi ke toilet lebih sering dari biasanya, lebih banyak merokok dan minum, merasa gelisah tanpa sebab, kehilangan selera makanan, kesenangan atau bahkan seks, selalu dirundung kesedihan, menjadi pelupa, atau
gejala-gejala lain yang tidak biasanya.

Pada hakekatnya, stres dapat dikendalikan secara dini bila seseorang menyadari datangnya stres di awal. Bagaimana mengelola stres yang terjadi pada diri kita? Beberapa saran berikut semoga dapat membantu Anda.

Melakukan perawatan terhadap tubuh Anda dapat mengusir stres dengan memanjakan tubuh Anda.

Apa saja misalnya? Berendamlah di air hangat. Hal ini dapat membuat Anda merasakan rileks sekaligus mengendurkan otot-otot yang kaku. Pijatan yang lembut di tangan, kaki, dan wajah juga dapat membuat peredaran darah menjadi lancar. Untuk mata Anda, taruhlah irisan buah ketimun di mata sembari terpejam. Anda bisa juga menyalakan lilin amoterapi.
Dan dengan diiringi musik alunan lembut, tutup mata anda, dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan dalam hidup. Atau Anda dapat juga melakukan pedicure, creambath, spa atau facial.

Berolahraga, melakukan meditasi atau yoga

Anda dapat melakukan olahraga yang ringan seperti jogging, jalan sehat, aerobik atau angkat beban. Olahraga membuat tubuh Anda menjadi segar dan sehat, sehingga Anda dapat berpikir dengan jernih. Jika Anda dapat berpikir dengan jernih, maka Anda dapat melihat dan menyelesaikan masalah dengan lebih baik. Anda bisa juga melakukan meditasi atau yoga. Dengan yoga, tubuh akan lebih rileks. Bagaimana bila ketegangan menunjukkan kenaikan yang signifikan? Ambillah nafas dalam tiga hitungan, kemudian keluarkan juga dalam tiga hitungan.
Secara bertahap lakukan dengan menaikkan hitungan menjadi lima, enam, tujuh dan seterusnya.

Membaca buku dan mendengarkan musik.

Luangkanlah waktu untuk rileks dengan membaca buku atau mendengarkan musik. Selain bisa mengurangi stress, kegiatan ini juga bermanfaat “mengisi” otak kita dengan berbagai pengetahuan dan referensi lagu (sapa tahu berguna pas mo bikin radio commercial atau TVC).

Menyingkir dari rutinitas.

Menyingkir dari rutinitas? Tentu saja. Jangan berpikir ini hal yang sulit. Anda bisa melakukannya secara sederhana. Mencuci pakaian, menyetrika pakaian, berkebun. Atau bisa juga melakukan rekreasi yang murah meriah dengan keluarga atau teman sejawat.

Makan dan minum dengan baik dan benar

Konsumsilah menu secara seimbang terutama yang memiliki kandungan serat seperti sayuran dan buah. Kurangi pula mengkonsumsi gula rafinasi. Dan ingat, kurangi rokok, alkohol, dan kafein. Orang yang bersahabat dengan alkohol, kafein, nikotin seringkali tak dapat
melawan stres. Perbanyaklah minum air putih. Tubuh bisa jadi tak mengalami dehidrasi walau tubuh tak merasa haus. So, saat Anda ke kamar mandi, pastikan urin Anda berwarna terang. Dan jangan lupa, tidurlah dengan cukup.

Dalam diri seseorang, harus tertanam kesadaran bahwa ada hal-hal yang tak bisa dikendalikan. Hal-hal yang di luar perkiraan sebelumnya. Ini penting, agar kita tidak kecewa nantinya jika ternyata rencana-rencana yang sudah diatur jauh meleset dari harapan. Kekecewaan itu mungkin menghalangi tujuan yang telah kita tetapkan di awal. Untuk menghadapi hal-hal seperti ini, mental kita harus sudah siap. Inilah sesungguhnya pondasi dasar dalam menghadapi stres yang terjadi.

Mental yang siap, kuat, dan tahan uji.

Betapapun beratnya persoalan, tetap harus kita hadapi dengan bijak. Karena, walau katakanlah kita kehilangan/kekurangan sesuatu, kita patut bersyukur bahwa masih terdapat kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Kita masih bisa hidup dengan sehat, gaji yang dibayar cukup, dan kelebihan lainnya yang mungkin orang lain belum tentu dapatkan.

Dan pada akhirnya, kunci dalam menghadapi stres sesungguhnya bagaimana Anda dapat menikmati hidup ini, ikhlas dan sabar dalam menghadapi cobaan, serta selalu bersyukur atas segala yang diberikan olehNya. Dan terakhir, berdoalah untuk selalu memohon kepadaNya agar
senantiasa Anda diberi petunjuk dalam menjalani hidup ini. (131008)
ini artikel dari mbak Nunu : http://naskahiklan.blogspot.com/

Kamis, 14 Agustus 2008

FESTIVAL Film Pendek Religi

FESTIVAL
Film Pendek Religi


Dalam rangka menyambut hari SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 2008, Layar Pelangi menyelenggarakan Kompetisi Film Pendek Religi (untuk semua agama) dengan tema :

“BUDAYAKAN AKHLAK TERPUJI”


Kategori Umum, Pelajar dan Mahasiswa

Persyaratan:

Judul bebas. Tidak mengandung SARA. Membawa misi Perdamaian, Moral dan Akhlak terpuji.

Karya Orisinal bukan jiplakan.

Durasi maksimal 10 menit.

Format dalam bentuk DVD.

Menyertakan naskah asli skenario dan data peserta.

Semua karya peserta yang masuk menjadi milik panitia.

Peserta bertanggung jawab atas karyanya dari segala tuntutan pihak ketiga.

Karya ditunggu sampai dengan 20 September 2008.

Peserta dapat mengirimkan karyanya ke:
Gedung Pusat Perfilman H.Usmar Ismail lt.5
Jl. HR. Rasuna Said Kav.C No.22 Jakarta Selatan.
Telp.
085697545900 (Tarnie), 081318310869 (Iecha), 08129748785 (M.Iqbal),
08988889184 (Adi), 021-99952806 (Emira), 021-68068608 (Jastis),
081388961340 (Heri), 085921282309 (Iwan), 08159492000 (Ratna),
08128336768 (Wibi AR)
Email : layarpelangidki@ yahoo.co. cid, layarpelangidki@ gmail.com

Selasa, 12 Agustus 2008

U Complete Me

U Complete Me!
Gak tau kenapa sangat kagum sekali karakter Mas Joker ini.
dedicated juga to:
Heath Ledger as The Joker from 2008's The Dark Knight











Poster Joker & Bruce Wayne ini kasih semuanya dikasih oleh mas Google.

Matur nuwun

Jumat, 04 Juli 2008

Orang-orang Gunung Tugel

Bau tidak sedap selalu setia menyambut kita bila berada di komplek pembuangan sampah tertua di Purwokerto ini, Gunung Tugel merupakan tempat dimana sampah dari seluruh daerah di Purwokerto akan berakhir. Di tempat itu terdapat sekitar puluhan pemulung yang setiap hari mengkais-kais sampah di tempat yang berada dilereng perbukitan Tugel.

Ada banyak cerita dibalik keringat dan aroma sampah yang bisa saya dapati. Dari ibu yang bisa menyekolahkan anaknya hingga lulus, sampai pada orang yang sengaja datang mencari makanan bekas, sekedar untuk mencari harapan hidup.

Terlihat senyum ramah dari mereka ketika melihat orang asing yang datang ke tempat pembuangan sampah itu. Saya melangkahkan kaki menuju ke tengah gundukan sampah-sampah itu. awalnya perasaan jijik saya dapatkan, sempat berpikir juga apa yang sebenarnya saya cari ditempat seperti ini. Tapi ini bukan tentang itu semua, mereka yang akhirnya bisa membawaku mencari sedikit realitas yang akan tercatat dalam hidupku.

Saya melihat beberapa anak kecil yang seharusnya memegang buku tulis dan pensil, namun disana mereka memegang garu untuk mengais sampah dan menyanyikan lagu bintang kecil diiringi alunan musik dari sang lalat yang setia memberikan harmoni melalui sayap-sayapnya. Mereka seharusnya bermain dengan teman sekolahnya saat itu, bukan bermain dengan para lalat yang berpenyakit, namun nampaknya lalat lebih bersahabat dengan mereka.

Ibu tua terlihat sedang mengais-ngais tanah untuk mencari logam-logam bekas yang sudah tertimbun, ditemani seorang teman mereka berdua dengan teliti mencari sebuah logam kecil untuk kemudian dikumpulkan lalu dijual. Tak bisa kubayangkan berada diposisi mereka. Dia menatapku, Mas berada di tempat seperti ini tidak perlu nahan napas atau menutup lubang hidung, itu malah mengganggu pernapasan. Memang benar beberapa menit ditempat pembuangan sampah Gunung Tugel saya sempat muntah karena sara mual yang ditahan. Namun sedikit adaptasi akan memberikan rasa nyaman meski dipaksakan untuk menahan aroma tidak sedap itu.

Begitu banyak cerita yang bisa kita lihat dari keseharian mereka, dengan bersenjatakan sebuah tongkat garu ditangan kanannya serta keranjang ditangan kirinya serta pengki, mereka siap untuk mencari beberapa sampah-sampah yang akan mereka rebuti dari truk sampah yang datang. Biarpun saat itu matahari tidak begitu bersabat dengan memberikan sinar panasnya, orang-orang Gunung Tugel tetap semangat untuk melanjutkan yang mereka sebut sebagai pekerjaan. Sebuah rutinitas untuk mencukupi kehidupan mereka.

Terkadang mereka dipandang sebelah mata oleh kita, padahal tanpa mereka sampah-sampah itu bisa menumpuk melebihi tingginya gunung Tugel. Namun berkat mereka inilah sampah yang tadinya tidak berguna bisa menjadi berguna kembali setelah mereka mengaisnya satu demi satu. memilah dan memilih yang organik dan non-organik.

Keseharian mereka sebenarnya sama dengan rutinitas kita, mungkin yang membedakan adalah tempat dimana masing-masing melakukannya. Kalau saja mereka bisa mendapat kesempatan seperti apa yang bisa kita rasakan. Kita begitu berbeda dalam semua, kecuali dalam cinta(Soe Hok Gie).

Dengan berdasar pada naluri untuk merasakan apa yang mereka rasakan, saya mencoba mengambil sedikit dari kisah keseharian mereka. Dengan rasa terima kasih saya ucapkan untuk semua teman, sahabat pemulung di Gunung Tugel. Semoga dengan ini keresahan yang dirasakan bisa mendapat sedikit perhatian.

Terima kasih buat seorang teman dan guru yang baik, Mbak Lina Global Radio Jogja yang mau menemani ke tempat ini. @2008