Minggu, 15 April 2012

Dia adalah Alexa Woodward

 
Pasti bagi yang suka nonton NatGeo Adventure sudah tak asing lagi dengan cuplikan iklan dari tv series Departures. Lagunya begitu enak didengar meski muncul berkali-kali dengan gambar yang sangat menarik dari iklan promo tersebut.
 
Setelah berhari-hari hunting nyari siapa yang nyanyi lagu ini akhirnya ketemu juga. Seneng memang jika kita menemukan apa yang kita cari. Mungkin tidak hanya saya yang merasa ikut terbawa senang jika mendengar lagu dari iklan promonya NatGeo Adventure Departures. Itu lho sebuah tv series yang merekam perjalanan 2 orang traveler, Justin dan Wilson yang berkeliling Dunia. Dan, mereka juga pernah mampir ke Indonesia.

Lagu yg di iklan Departures di natgeo adventure ini memang aneh, sama seperti ketika mendengar lagu Mesin Penenun Hujan dari Frau. Kesan yang didapat itu, atau kalau kata temen saya itu ada impresi yang dalam. Mendengar lagu ini, menyediakan secangkir teh kemudian sambil membayangkan dunia yang kita imajinasikan, kemudian nampak, seketika itu.

Pertama saya mendengar lagu ini, saya langsung merasakan 'sesuatu' kasih tanda petik karena sesuatu itu tidak bisa digambarkan. Mungkin seperti triping kalo kata temanku, merasakan sensasi kesenangan bahkan emosi.


Alexa Woodward adalah yang menyanyikan lagu tersebut, judulnya Secrets. Seorang penulis lagu yang dibesarkan di Virginia ini memang saya baru tahu setelah lagunya jadi jingle iklan NatGeo Adventures pada TV serinya Departures. Musik yang simple, memberikan ketenangan.

oke silahkan rekontruksi diri sendiri sedang berada dimana setelah mendengar lagu ini. seperti merasa sedang berada disebuah tempat yang menyenangkan atau apapun itu. Lagu ini bisa saja membawamu menuju suatu tempat itu,percaya? saya juga sebenarnya tidak, tapi terasa nyata.

Lagu Secrets bisa didengarkan page reverbnation disini 
Sedangkan untuk mengetahui lebih banyak bisa mampir ke blog pribadinya www.alexawoodward.org
Page Facebook Youtube
Secrets 
 by Alexa Woodward



Today we walked
in melting snow
hid inside,
making fire and tea
I met you when I was wandering
it's been many worlds since then
though my secrets are wild and deep
and my mind races while I sleep
I will plant my hunger here
in you

Selasa, 21 Februari 2012

Mereka itu Luar Biasa

Sudah hampir 2 bulan  materi itu datang ke studio, seorang yang tanpa satu kaki itu membuat cerita tersendiri bagi saya. Materi program baru untuk trans7, awalnya saya sendiri ragu untuk membuat program baru, karena pasti akan membutuhkan tenaga lebih dan apalagi ini program pilot yang kedua selama bulan kemarin semuanya sama-sama menggunakan source file HD yang cukup berat. Namun, tidak untuk yang satu ini. Ketika seorang PA dari trans7 ngasih brief, menunjukan video sample kepada saya. Deal, kita buat drama documentary untuk program ini.

Materi pendakian pak Sabar menjadi semangat hari itu. Saya belum langsung melakukan editing, clip demi clip video pak Sabar saya nikmati. Nelihat perjuangannya mendaki Elbrush, gunung tertinggi di Eropa. Mendengar desah nafasnya, rintihan dari sisa tenaganya dan yang pasti seru kemenangannya ketika sampai di puncak. Itulah pak Sabar, seorang lelaki dari Solo tanpa satu kaki dan dia berhasil menginjakan satu kakinya di Elbrush.

Kemudian selang beberapa minggu kami dapat materi baru untuk tambahan pak Sabar, yaitu pendakiannya ke kilimanjaro, afrika selatan. Materi itu makin menambah kebanggaan saya terhadap orang ini. Sekarang tinggal nunggu revisi dari bos-bos disana, semoga cepet tayang saja program episode pak Sabar ini.

Tik tok tik tok tik tok....

Sambil menunggu ada kabar, saya ceritakan sedikit tentang program baru trans7 ini. Banyak disekitar kita kehidupan berjalan tidak dengan wajar. Di sekeliling kita, dengan mudah kita bisa melihat orang-orang dengan keterbatasan fisiknya memilih berada di jalanan. Ya, memang itu pilihan mereka sendiri atau memang keterpaksaan yang membuat mereka di jalan.

Sementara, ada beberapa orang dengan keterbatasan fisiknya mampu membalikan keadaan kehidupannya. Rutinitas yang biasa dilakukan oleh orang normal mereka lakukan, tanpa fisik yang normal mereka menunjukan bahwa mereka bisa, luar biasa sekalikan. Ada pak Sabar dari Solo dengan satu kakinya menjadi seorang pendaki hebat. Kemudian Ibu Rusidah asal Purworejo yang tidak memiliki jari menjadi seorang fotografer. Pak Sidik dari bekasi yang dari lahir tidak memiliki kaki sekarang telah menjadi sseoran wirausahawan mandiri.

Tidak dengaan mudah mereka menjadi seperti itu sekarang. Ada banyak cerita yang tentunya membuat kita merasakan perjuangan mereka. Ejekan, hinaan pernah mereka temui. Lihatlah, mereka bisa berdiri sejajar bahkan prestasinya melebihi orang normal.

Melihat mereka, orang-orang luar biasa tersebut. Saya jadi ingat sebuah kutipan dari novel '2' dalam novel itu saya mendapati kutipan seperti ini "jangan meremehkan kekuatan manusia, bahkan Tuhan pun tidak pernah meremehkan mereka" itu terbukti setelah saya melihat mereka.

Program baru ini mencoba mengangkat cerita dibalik perjuangan mereka hingga seperti sekarang. Tunggu saja ya, program yang semoga bisa memberi edukasi dan inspirasi bagi yang menyaksikannya.

"Karena impian dan harapan yang membawa mereka seperti itu" - mereka selalu bilang seperti itu karena mereka memiliki impian dan harapan. Ini kutipanyang saya dapatkan setelah melihat orang-orang hebat ini, mari #BeraniBermimpi dan harapan selalu bersama kita.

Rabu, 25 Januari 2012

Kejutan Istimewa di 7 Juni

Aroma obat masih menyengat ketika saya mendorong kereta dorong pasien di rumah sakit Sardjito, lorong-lorong rumah sakit seakan menjadi tempat tinggal sementara bagi saya dan ratusan bahkan ribuan pasien korban gempa 2006. Bersama seorang kawan saya habiskan sebulan menjadi volunteer di rumah sakit ini setelah gempa bumi Jogja 2006. Hari itu tepat tanggal 7 Juni 2006, hari yang sangat special bagi saya, karena saat itu pertama kalinya saya mendapat sebuah kue tart ijo dengan ucapan ulang tahun dan hadiah mungil berupa sandal kecil bertuliskan 2 nama sahabat saya.

Rumah kontrakan berwarna biru muda itu sebenarnya sudah tidak layak untuk saya dan 3 orang teman saya untuk ditempati. Atap sebagian sudah bolong, bagian tengahnya saat itu sudah benar-benar beratapkan langit karena genteng-gentengnya memilih jatuh saat gempa.

Setelah gempa saya sempat bingung, orang tua menyuruh pulang, sementara saya tidak bisa tinggal diam melihat Jogja yang membuat saya jatuh hati sedang beduka. Melihat warga-warganya yang selalu ramah memberikan senyuman sebelum berangkat kuliah, bahkan menawari sarapan. Terlebih lagi tetangga kontrakan yang rumahnya juga rusak memberikan saya makanan selama beberapa hari. Mendengar berita diradio bahwa rumah sakit Sardjito membutuhkan volunteer, maka saya langsung menghubungi koordinator volunteer apakah masih banyak dibutuhkan volunteer.

Hari-hari berikutnya saya selalu berada disana. Bersama orang-orang hebat yang merelakan tenaganya menjadi volunteer. Ada mas Totok yang ternyata seorang seniman lukis hebat atau temen-temen mahasiswa yang sama memilih tidak pulang ke rumah setelah gempa. Padahal orang tua kami sama-sama khawatir jika mendengar berita gempa susulan.

Motor pitung kecil 73 menjadi kendaraan saya menuju rumah sakit, dari kendaraan yang tidak bisa melaju cepat itu, saya menyaksikan puing-puing sisa gempa saat itu. Motor itu satu-satunya hiburan setelah gempa, meski sering menyusahkan.

7, Juni 2006. Waktu itu saya pulang cukup larut, jam malam sudah diberlakukan di beberapa tempat. apalagi tempat saya tinggal termasuk kode merah kalo kata warga, karena daerah ini rawan penjarahan. Ada saja orang yang memanfaatkan kesedihan orang untuk mencari keuntungan. Saat itu motor tidak bisa masuk gang, beberapa orang mendekat, beberapa dari mereka membawa senjata tajam, benar-benar terlihat jelas sebuah pedang. Mereka menanyakan siapa, mau apa. Saya menunjukan identitas kartu mahasiswa, bahkan kartu volunteer sardjito. Untung saja ada salah satu warga yang mengenali hingga akhirnya diijinkan masuk. Lega juga karena ada yang mengenali motor pitung saya.

Sampai rumah yang lain sudah pada istirahat di kamar brekele, karena kamar brekele yang masih utuh dan beres. Di kamar sebuah kotak ukuran besar berada ditengah. Brekele dengan senyum kurang ajarnya sempet mengejek. Itu kue ulang tahunmu. Dari siang mereka nungguin mau ngucapin selamat ulang tahun.

Saya membuka duluan amplop putih yang berisi ucapan selamat dan pesan agar memakai minyak wangi biar wangi kata mereka. Kemudian kue yang berwarna ijo itu bulet melingkar berlapis warna putih dan coklat. Ditambah semut yang sudah mencuri start duluan mencuri kue ulang tahun itu.

Saya saat itu merasa bersalah, bersalah entah karena apa. Apa maksudnya ini? Kue ijo ulang tahun penuh semut, amplop yang berisi ucapan ulang tahun. Yang pasti, saya seperti menjadi penipu. Saya bahagia campur sedih karena telah membuat 2 sahabat saya kecewa. Saya memberi pesan via hape, "terima kasih kue dan ucapannya, tapi ulang tahun saya sudah lewat, bukan hari ini, bukan 7 juni."

Sampai sekarang moment itu menjadi ejekan dan kenangan paling gokil ternyata bagi mereka. Menyiapkan sesuatu yang ternyata salah hari. Memang ini gara-gara saya juga yang entah kenapa mencintai angka 7 sedangkan nama saya Gugun Junaedi, kesimpulan unik dari tanggal 7 Juni. Junaedi memberik kesan saya lahir bulan Juni mungkin menurut mereka, ah sudahlah yang jelas saya sangat bahagia waktu itu, kenangan manis setelah menghabiskan waktu di rumah sakit kemudian pulang mendapat kejutan istimewa.

Kadang teman itu mengetahui lebih tentang diri kita sendiri. Dia bisa membuat, menciptakan, menyimpulkan untuk kenangan yang tak bisa dilupakan. Sahabat meski itu hal yang baik maupun buruk itu tetap menjadi cerita istimewa. Seperti kue ijo ulang taun penuh semut, itu akan menjadi kenangan selamanya bagi saya. Terima kasih buat Rofi dan Vita, seperti syair lagu untuk guru 'namamu akan selalu hidup dalam sanubariku' juga buat temen kontrakan Luqman, ari brekele, roni dan itok Estu, ekonomi sulit kita tetap usaha.

Ini memang bukan ekspresi ulang tahun, sekedar berbagi pengalaman bahwa memiliki teman itu menyenangkan. Hari apapun itu ulang tahun, tahun baru atau hari kelulusan. Tidak lengkap rasanya kalau tanpa teman yang menemani, nikmati harimu. Brand new day, karena kebersamaan yang membuat kita selalu tersenyum. Setiap hari.
kue ijo berlapis semut

 itok dan brekele siap melahat kue


Rofi & Tetik
Vita & Tetik

"Selamat Ulang Tahun"


Jumat, 13 Januari 2012

Happiness to me is Canting

Saya akan selalu mengingat satu dari sekian banyak cerita yang Canting bersama saya lewati. Sesaat setelah mereka pergi dari rumah di Pugeran. Sambil menahan keseimbangan tubuh yang masih belum sepenuhnya bisa berdiri tegak. Saya merasa mendapat obat yang melebihi suntikan dokter yang memeriksa penyakit saya. Ya, merekalah obat yang sangat manjur, temen-temen dari Canting yang saat itu datang ke rumah.

Saya mencoba nahan emosi seneng campur sedih kalau mengingat kejadian itu. Setelah mereka pergi dari rumah, sepatah kalimat dari orang yang sakit "thanks God telah mempertemukan saya dengan mereka."

kesederhanaan dalam jalinan pertemanan. Mereka datang membawa semangat, selain itu membawa amplop putih yang benar2 sangat membantu. Maklum, seorang freelance kalau sakit tidak akan bisa kerja, bahkan periksa ke dokterpun saya minjem uang mas Riski. Saat ini saya kembali meminta doa kepada yang diAtas agar jangan pernah menghilangkan ingatanku bersama mereka, yang baik bahkan absurd, jangan pernah menghilangkan itu semua" amin 7X. tapi bukan amplop putih itu, apa yang sudah saya dapatkan tidak bisa hargai dengan apapun. kedatangan mereka melebihi resep dokter apapun.

Saya mendapat sms dari Mesha yang mengabari bahwa Ika baru saja mengalami musibah kecelakaan yang harus dirawat di rumah sakit Panti Rapih Jogja. Jika saja saya berada di Jogja saya pasti akan langsung menemuinya. Menanyakan kabarnya.

Sesaat hape ika tidak bisa dihubungi. Setelah posting di grup, dan kemudian saya sadar bahwa ini dunia yang sedang saya nikmati adalah dunia ala canting, tidak perlu bertanya lebih. Ternyata teman-teman canting sudah ada menemani Ika di Panti Rapih. Ini Canting, saya langsung ingat kejadian ketika saya pernah dikondisi seperti ika, sakit kemudian seorang teman menemani. Sedih campur seneng kalau melihat apa yang terjadi dengan mereka. Canting, kembali saya meminta doa kepada Tuhan agar selalu memberiikan yang terbaik buat mereka, buat canting buat jalinan pertemanan inin buat impian yang telah mempertemukan kami.

What is happiness to you? Kembali pertanyaan ini menjadi jawaban untuk saya, entah sudah berapa banyak jika saya menghitungnya. Bahwa happiness (tanpa berpikir lama), to me, is canting. ya, canting sekali lagi.

Saya pernah menuliskan beberapa hal yang pernah terjadi di tahun 2011 mengenai happiness, dan semua yang terjadi itu sangat berhubungan dengan canting. Saya jadi bingung, canting telah banyak merubah semuanya. List itu berisi tentang kebahagiaanku untuk diriku dari canting.

It could come from anything, anywhere, anytime. It come from Canting. Happines to me is canting.

Foto ini memerikan kembali jawaban kenapa saya mencintai canting. Semuanya, dimanapun, kapanpun mereka tetap 'begitu' I love it.

Untuk Ika semoga lekas beraktifitas seperti biasa ya.