Tampilkan postingan dengan label 1000burungkertas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1000burungkertas. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Desember 2010

1000 burung kertas dari Goodreads

Pagi itu beberapa teman sudah berkumpul, dengan seragam hitam dan putih mereka terlihat kompak dari kejauhan. Jogja, 19 Desember, meneruskan cerita 1000burungkertas ketika sama-sama menjadi volunteers untuk Merapi, Canting dan GRI(Goodreads Indonesia) memang berencana untuk bersama-sama bermain dengan anak-anak di Sanggar Studio Biru. Untuk teman-teman yang belum tahu Studio Biru, saya akan cerita sedikit tentang sanggar anak diatas bukit ini. Sanggar ini sebelumnya merupakan rumah darurat untuk Korban gempa 2006 lalu, rumah darurat itu sekarang digunakan sebagai sanggar studio biru karena memang awalnya rumah itu digunakan oleh beberapa volunteer untuk pendampingan anak pasca gempa. Setelah masa recovery selesai ternyata sanggar itu masih tetap berlanjut selama 4 tahun ini. Rendra, dialah yang mendampingi anak-anak di Pedukuhan sengir, kecamatan Prambanan Yogyakarta yang setia mendampingi anak-anak tersebut. Sendirian, dengan semangatnya dia mendampingi anak-anak itu sampai sekarang.Kondisi saat ini memang memprihatinkan, melihat semangat anak-anak disana, diam ternyata menjadi pilihan terburuk bagi saya dan teman-teman.Sedikit-demi sedikit donasi baik itu buku, dana dukungan serta dukungan moral dari teman-teman membuat kami percaya bahwa perbaikan Sanggar Studio Biru akan cepat terlaksana.

Tempat yang sangat sulit ditempuh menjadikan Sanggar Studio Biru tidak diketahui oleh kebanyakan orang, namun tidak demikian dengan saya dan teman-teman yang suka kelayapan menyusuri jalan kecil di Jogja. Dan, kami beruntung bisa bertemu dengan sanggar Studio Biru.

Sebelumnya kami senang setelah mendengar kabar bahwa ada perusahaan yang mengadakan CRS membantu kegiatan sosial seperti ini. Founding itu berasal dari program Klik Hati dari MERCK Indonesia, namun sepertinya karena terlihat seperti kompetisi dengan syarat dan ketentuannya kami kemudian berniat untuk lebih keras dan semangat mengkampanyekan 1000burungkertas untuk Hope & Happiness ini. Beruntung juga kami bisa bertemu dengan komunitas GRI yang mempunyai semangat sama untuk perubahan khususnya anak-anak Indonesia. namun, seperti kata seorang teman bahwa "kalau untuk tujuan memanangkan kompetisi Klik Hati itu tidak baik, lakukanlah seperti yang kalian lakukan dulu. dengan tujuan yang berasal dari hati kalian sepertinya itu sudah merupakan kemenangan yang sebenarnya, jadi semangat terus pantang mundur!" maturnuwun buat Babeh Helmi yang selalu membimbing kami. kami sebenarnya hanya ingin memberitahukan bahwa kebersamaan ini akan lebih menyenangkan jika bertemu dengan kesempatan Klik hati itu, semoga saja ya Beh karena kita juga selalu percaya dari niat baik akan berakhir baik pula.

Sebuah tulisan penuh warna menyambut kami, saya dan temen-temen dari Goodreads tidak menyangkan akan ada penyambutan seperti itu. Sepertinya perjalanan yang menegangkan naik bukit sengir telah terbayarkan dengan penyambutan itu, sebelumnya dalam perjalanan ada Panda yang terpeleset juga Desi dan Mey yang motornya hampir terjatuh. yang jelas ketegangan sangat terlihat di muka temen-temen GRI yang baru pertama kali di Studio Biru, tapi saya percaya bahwa ketegangan itu akan menjadi kenangan bersama keceriaan di Studio Biru.

Kedatangan kami sepertinya pas sekali dengan moment sehabis tes sekolah, tanpa beban ujian anak-anak itu bergembira , bersenang-senang bersama kami. Saya tidak akan banyak menceritakan keceriaan kami kemarin, semoga dengan gambar-gambar ini temen-temen bisa ikut merasakan keceriaan kemarin di sanggar Studio Biru. Terimakasih buat Goodreads Indonesia juga sanggar Studio Biru dan juga untuk temen-temen Canting yang selalu penuh SemangArt. Suara tawa itu tergambar dengan jelas.





Ini dia temen-temen yang selalu penuh tekad dan semangat


1000burungkertas

Hope & Happines

untuk dukungan #1000burungkertas program #klikhati:

lets follow

twitter: @burung_kertas

facebook fanpage: 1000burungkertas

Rabu, 06 Oktober 2010

Sebelum 1000 Burung Kertas

Sore menjelang malam. "Gimana? sudah siap untuk membuat sebuah harapan melalui kertas-kertas ini?" Suara seseorang dengan penuh semangat membuka obrolan diujung sore menjelang malam. "Dulu saya membuat 1000 burung kertas untuk seseorang yang selalu ada di doa-doaku, hampir selesai sebelum ada sesuatu yang harus menghentikan."

"Aku masih ingat." Lihatlah, pupil matanya bergerak menuju sudut kiri atas, terlihat sangat menawan perempuan didepan kami ini. Setelah berhenti sejenak ia melanjutkan kembali kisahnya. "Dulu ketika ayahku menceritakan cerita tentang Sadako yang malang, sebelum ia berhasil melipat kertas-kertas menjadi sebentuk burung kertas ia tertidur selamanya dalam impiannya untuk menyelesaikan 1000 burung kertas. Padahal waktu itu Sadako baru menyelesaikan 644 buah burung kertas. Setelah ia meninggal ternyata ada teman dan keluarganya membantu menyelesaikan 1000 burung kertas itu. Bukan burung kertasnya tapi aku melihat sebuah ikatan emosial yang tinggi dari budaya orang jepang itu. Sampai sekarang aku gak tahu apa sebenarnya yang diharapkan Sadako, harapannya dengan melipat 1000 burung kertas. Apakah agar tidak lagi ada anak-anak yang menderita seperti dirinya dulu ketika menjadi bagian dari tragedi bom atom Hiroshima."

Kami hanya duduk mendengarkan cerita dari teman telapak tangan kasar diantara dua beringin. Dia membawa seseorang itu berkumpul bersama kami, memberikan sebuah kenangan pada suatu sore. Kertas berwarna yang seharusnya sudah menjadi beberapa burung kertas masih terlihat rapi. Kami masih begitu memperhatikan setiap kata yang dikisahkan teman dari telapak tangan kasar diantara dua beringin.

1000 burung kertas, memang saya pernah mendengar cerita itu dari perempuan yang pasti sudah mengetahui cerita tentang Sadako, saya yakin itu. Sri, orang yang tidak suka mendengarkan orang berbicara tentang sebuah hal yang tak mungkin terjadi. Orang yang selalu memikirkan bahwa beratus-ratus, ribu kilometer dari sini kenapa masih ada peperangan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Sri Bintang Delima, sebelum tidak ada yang berkata realitas itu belum selesai.

Saya tuliskan surat yang lalu tentang rencana membuat 1000 burung kertas, kukabarkan padamu nanti. Sudah banyak teman yang akan membantu, diantaranya orang yang ingin sekali bertemu denganmu. Bahkan temanmu memberi masukan yang sangat menarik tentang kultur Jawa, mungkin jika ada kamu kita akan sepakat bahwa ini bukan tentang suatu kultur jepang maupun jawa tetapi bagaimana kita mengapresiasi terhadap bentuk keindahan oleh ikatan emosional yang terbentuk dari 1000 burung kertas itu. Kita akan sepakat bahwa keindahan tak bisa dibatasi oleh sebuah kultur.

Salam damai dari Jogja.

Gugun
(merakit harapan bersama beberapa kawan disudut Nagan: Greg, Vani, Rizki, Dhea)