Rabu, 09 Agustus 2017

Merayakan Kemenangan di Tahu Campur Ojo Lali, Tebet, Jakarta Selatan

 Kami sepakat untuk makan malam tahu campur hari itu. Yak, tahu campur, makanan yang berasal dari Jawa Timur ini bisa dibilang menjadi salah satu makanan favorit saya. Ceritanya makan malam ini untuk merayakan dipilihnya tulisan Lutfi sebagai salah satu yang terbaik dalam lomba penulisan catatan perjalanan di Asean Literary Festival yang ke 4 di Jakarta. Dia sangat bahagia mendapatkan namanya berada di poster pengumumannya. Apalagi para pemenang dengan tulisan terbaik akan dibukukan. Jadi malam itu kami merayakan dengan makan tahu campur.

Karena sudah terlalu sering makan tahu campur yang ada di Pejaten, kami berencana untuk mencoba nasi campur yang ada di Jalan Dr. Saharjo , Tebet - Jakarta Selatan. Kalian mungkin sudah terbiasa bergoyang lidah dengan tahu campur, potongan tahu yang beradu dengan kikil, tetelan sapi yang kemudian dilembutkan dengan gurihnya kuah kaldu yang meresap dalam, ditambah kressnya daun selada yang masih segar, dan pecahnya racikan petis spesial yang luber di rasa, maka nikmat mana yang bisa kau dustakan ketika lidahmu bergoyang dengan cita rasa makanan khas Jawa Timur ini.

Senin, 31 Juli 2017

Harmoni dari Klenteng Dukuh, Surabaya

Menyinggahi kelenteng tertua di Surabaya saya merasakan pengalaman baru. Semua itu berasal dari orang-orang di kelenteng yang saya temui. Cerita sejarah, bencana dan harmonisasi kita sebagai manusia bercampur menjadi pengalaman. Bersama rekan kerja, sekaligus sutradara documenter sekaligus istri tercinta, kami menikmati satu Minggu di distrik pecinan di Surabaya.

Tujuan kami ke Surabaya kali ini adalah untuk membuat documenter tentang wayang potehi. Wayang Potehi adalah salah satu jenis permainan wayang yang berasal dari Tiongkok. Dan, komunitas wayang potehi terbesar saat ini ada di Surabaya. Saya tidak akan banyak bercerita tentang wayang potehi, karena referensi banyak terdapat di google. Yang pasti wayang potehi sekarang sudah mengalami akulturasi budaya Indonesia. 

Sabtu, 29 Juli 2017

Jalan-jalan di pameran tanaman keren di Jakarta, Instagramable


Boleh dibilang pameran tanaman flona ini menjadi event tahunan yang selalu saya kunjungi di Jakarta. Flona merupakan pemeran flora dan fauna tahunan yang menampilkan peserta dari vendor tanaman & hewan juga dari pemkot Jakarta. Banyak kesenangan dan ada juga ga senangnya jika berada di sini.
Tahun ini menurut saya booth-booth peserta pameran berkurang, lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Booth-booth langgananku untungnya selalu ada. Booth anggrek dan booth dari Trubus menjadi langganan jika ada flona. Untungnya booth dari pemerintah kota di Jakarta menampilkan sesuatu yang lebih menarik dari tahun lalu. Langsung saja saya tertarik dengan booth dari Jakarta Pusat, mereka menggunakan bambu untuk menarik pengunjung. Selain itu setiap detail yang mereka bikin, menurut saya sangat efisien dan berfungsi, tidak sekedar display booth buat foto-foto pengunjung yang kadang bikin riweh.

Kamis, 13 Juli 2017

Merupakan Cerita yang Tidak Penting

Ini good mood kedua untuk menulis lagi, apa saja, kapan saja, di mana saja. Surabaya, saya kembali lagi ke kota ini. Banyak kenangan terekam dari salah satu kota besar di Indonesia ini. Kalau dulu naik kereta eksekutif dengan tidak perlu beli tiket, kota inilah yang dituju. Tahun 2000 sekian, saya lupa naik kereta eksekutif cukup bayar 50.000, caranya tidak mau saya ceritakan di sini, biar ga ditiru dan sekarang juga ga bisa diterapkan lagi soalnya. 


Tujuan kedatangan kali ini adalah untuk produksi program dokumenter. 3 bulan yang lalu saya juga ke surabaya, sama untuk suting profile petani. Kali ini untuk eagle institute metro tv tentang wayang potehi. Lengkapnya nanti saya tulis lagi di blog ini, kalo mood menulis lagi baik. Kali ini saya cuma mau cerita asal aja tentang hati ini dan juga tentang hari ini.

Google+ Badge