Senin, 31 Juli 2017

Harmoni dari Klenteng Dukuh, Surabaya

Menyinggahi kelenteng tertua di Surabaya saya merasakan pengalaman baru. Semua itu berasal dari orang-orang di kelenteng yang saya temui. Cerita sejarah, bencana dan harmonisasi kita sebagai manusia bercampur menjadi pengalaman. Bersama rekan kerja, sekaligus sutradara documenter sekaligus istri tercinta, kami menikmati satu Minggu di distrik pecinan di Surabaya.

Tujuan kami ke Surabaya kali ini adalah untuk membuat documenter tentang wayang potehi. Wayang Potehi adalah salah satu jenis permainan wayang yang berasal dari Tiongkok. Dan, komunitas wayang potehi terbesar saat ini ada di Surabaya. Saya tidak akan banyak bercerita tentang wayang potehi, karena referensi banyak terdapat di google. Yang pasti wayang potehi sekarang sudah mengalami akulturasi budaya Indonesia. 

Sabtu, 29 Juli 2017

Jalan-jalan di pameran tanaman keren di Jakarta, Instagramable


Boleh dibilang pameran tanaman flona ini menjadi event tahunan yang selalu saya kunjungi di Jakarta. Flona merupakan pemeran flora dan fauna tahunan yang menampilkan peserta dari vendor tanaman & hewan juga dari pemkot Jakarta. Banyak kesenangan dan ada juga ga senangnya jika berada di sini.
Tahun ini menurut saya booth-booth peserta pameran berkurang, lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Booth-booth langgananku untungnya selalu ada. Booth anggrek dan booth dari Trubus menjadi langganan jika ada flona. Untungnya booth dari pemerintah kota di Jakarta menampilkan sesuatu yang lebih menarik dari tahun lalu. Langsung saja saya tertarik dengan booth dari Jakarta Pusat, mereka menggunakan bambu untuk menarik pengunjung. Selain itu setiap detail yang mereka bikin, menurut saya sangat efisien dan berfungsi, tidak sekedar display booth buat foto-foto pengunjung yang kadang bikin riweh.

Kamis, 13 Juli 2017

Merupakan Cerita yang Tidak Penting

Ini good mood kedua untuk menulis lagi, apa saja, kapan saja, di mana saja. Surabaya, saya kembali lagi ke kota ini. Banyak kenangan terekam dari salah satu kota besar di Indonesia ini. Kalau dulu naik kereta eksekutif dengan tidak perlu beli tiket, kota inilah yang dituju. Tahun 2000 sekian, saya lupa naik kereta eksekutif cukup bayar 50.000, caranya tidak mau saya ceritakan di sini, biar ga ditiru dan sekarang juga ga bisa diterapkan lagi soalnya. 


Tujuan kedatangan kali ini adalah untuk produksi program dokumenter. 3 bulan yang lalu saya juga ke surabaya, sama untuk suting profile petani. Kali ini untuk eagle institute metro tv tentang wayang potehi. Lengkapnya nanti saya tulis lagi di blog ini, kalo mood menulis lagi baik. Kali ini saya cuma mau cerita asal aja tentang hati ini dan juga tentang hari ini.

Rabu, 12 Juli 2017

Di Balik Layar: Yang Bertahan di Jalan (Ondel-ondel)

Poster promo
Apa yang anda pikirkan ketika melihat, mendengar tentang ondel-ondel? Apakah sama seperti saya. Pertama, itu adalah salah satu kesenian khas dari Jakarta. Kedua, ondel-ondel dinyanyikan oleh Bang Benyamin Sueb. Ketiga, ondel-ondel adalah rombongan pengamen yang kadang menyebabkan macet di Jakarta. Seperti itu mungkin gambaran umum tentang ondel-ondel saat ini, itu menurut saya. 

Ketiga hal itu bertambah setelah saya dan Lutfi mendapat project dokumenter tentang ondel-ondel untuk Melihat Indonesia, Metro TV. Kami mulai riset pra produksi tentang ondel-ondel, dalam riset kami menemukan beberapa hal yang memang jarang orang mengerti. kami bertemu dengan seniman ondel-ondel, kami bertemu dengan beberapa orang yang menggunakan ondel-ondel untuk mencari nafkah. Ternyata di balik boneka besar itu banyak cerita yang baru saya ketahui.

Google+ Badge