Selasa, 27 Maret 2007

Edit Decision List (EDL)

Edit Decision List (EDL) dikenal juga dengan nama "Paper List" atau catatan2x time code yang ditulis pada kertas. EDL adalah pembuatan list atau urutan "shot" yang dipilih berdasarkan keputusan dari Sutradara dan Editor (atau tim asisten produksi) sebelum proses Off Line Editing. Sistem kerja dengan EDL ini akan membantu memudahkan editor untuk mempercepat kerja editing sekaligus mendapatkan hasil yang maksimal. Lalu bagaimana membuat EDL yang efisien dan berfungsi maksimal ? ada 4 simple way:

1. EDL pada saat syuting. Ini cara paling cepat, seorang asisten produksi (Time Keeper)langsung mencatat EDL yang disukai Sutradara pada saat syuting. Begitu Sutradara bilang OK! asisten produksi langsung mencatat dalam EDL. Untuk itu, selama produksi berlangsung, asisten ini harus selalu berada dekat dengan VTR Recording Player agar dapat memantau Time Code In & Out.

2. "Over Duration" Lima Detik. Setiap list pada time in & out selalu berikan durasi lebih sebanyak 5 detik. Ini diperlukan editor untuk dapat mengeksplorasi gambar dengan efek transisi yang dipakai. Dan bila dalam "Story Board" atau "Director Treatment" dibutuhkan efek transisi atau efek warna, lebih baik Over Duration ditambahkan.

3. "Two Notes System". Ada beberapa cara dan teknik dalam pembuatan EDL seperti sistem NG/G, A-B Mode Model, EDL on Rough Cut, dsb. Namun salah sistem yang mungkin bisa dicoba adalah teknik "Two Notes System" atau sistem membagi dua kelompok catatan. Dalam sistem ini, EDL yang dipilih dikelompokkan dalam 2 catatan yaitu EDL untuk master sequence/master scene dan EDL untuk Cutaway. Sistem ini memberikan kebebasan untuk editor untuk memilih Cutaway yang dinamis dan sesuai ritmik. Editor juga bebas berkreasi tanpa harus bergantung pada EDL saja. Sistem ini cocok untuk produksi dengan format features, soft news, magazine, reality show, tv dokumenter dan berbagai produksi yang menganut pendekatan roduksi "Unscripted & Unstructured stories". Artinya

4. EDL non Video. Ada empat EDL non Video yang sebaiknya dilakukan setelah EDL Video selesai, yaitu Musik (Theme Song, Backsound, Sound Effect, dsb), Voice Over, Still Image (Photo,Title, Caption) dan Graphic (ID Tune, Bumpers,Moving image, dsb).

Beberapa produksi industrialis yang mengejar deadline sering meninggalkan sistem EDL. Dan ini, oke2x saja asalkan sang Sutradara dan Editor sudah mengetahui Stock Shot yang akan dipakai. Umumnya, sistem editing kejar tayang "deadline" seperti ini tidak terlalu banyak menggunakan tapes, dan perbandingan "shooting ratio" tidak terlalu besar.

Dari Naratama

Semoga Bermanfaat.

Salam 7.

Gugun Junaedi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita buat semua ini menyenangkan.

Google+ Badge