Senin, 10 Mei 2010

Rencana Tanpa Judul

Jika ada yang pernah bilang kesempatan itu tidak pernah datang untuk kedua kali, sepertinya ungkapan itu menjadi alasan yang tidak ingin saya dengar untuk saat ini. Hari ini merupakan saat dimana keutuhan komitmen menjadi pertanyaan yang besar. Di seberang sana masih ada beberapa orang yang dengan sabar menyelipkan sebuah nama dalam doa-doanya, bahkan menjadi kewajiban untuk menyebutkan nama itu. Menunggu keutuhan komitmen ini.

Di setiap sore menjelang pergantian waktu, adalah waktu dimana imajinasi membantu membuatnya bertahan. Selain mimpi dan angan-angan yang tercipta dengan tidak sengaja. Imajinasi, hanya ini yang mampu memberikan pengalaman unik. Aku, saat ini bukanlah seperti yang diharapkan. Aku saat ini menjadi apa yang bisa kulakukan. Tidak hanya untuku, melainkan seseorang yang ada di sebelahku. Seseorang itu di sore hari menjelang pergantian hari selalu membuatku tersadar, menyadarkan arti dari sebuah senyuman maupun kepedihan.

Malam, ini merupakan awal dari liarnya imajinasi gila. Duduk perlahan dengan beberapa batang rokok tersisa. Tidak seharusnya diceritakan liarnya malam yang pernah terlewati, tidak untuk saat ini. Malam ini, hanya menyisakan cerita yang belum dimulai hanya kepada seorang kawan yang sepertinya tengah duduk merenungi kegelisahan kawannya.

Beberapa senyuman telah mampir dan akan teringat dengan jelas. Beberapa kesedihan telah menunjukan kelemahan. Kebahagiaan yang telah dirasakan pernah memberikan kenangan manis untuk diceritakan. Namun masih ada yang belum dirasakan.

Sepertinya ada yang menunggu disana, aku sudahi dulu.

Cawang. 11 Mei 2010

-tidak pernah terjadi apa-apa. ini yang ingin dikatakan-


6 komentar:

  1. terdengar sedikit melankolis mas..

    BalasHapus
  2. Biasalah setahun sekali... Sas

    BalasHapus
  3. Namun masih ada yang belum dirasakan.

    emange... rasanya banyak ya mas?

    BalasHapus
  4. wah2...rencana judul bukan berarti kebingungan to mas ? namung tilik kagem silaturrahmi .. :D

    BalasHapus
  5. Ika yang sering membuat rasa, apalagi membagikannya ke yang lain. Seperti yang pernah di bilang bahwa kita harus tersenyumkan "meski tanpa rasa".

    Mas Hendra terimakasih sudah mampir. judul bukan tanpa kebingungan, lebih kepada kekhawatiran yang berteman dengan keraguan tanpa rasa... jiah ngomong opo yo kang... piye siap ke Hongkong....?

    BalasHapus
  6. Ika yang sering membuat rasa, apalagi membagikannya ke yang lain. Seperti yang pernah di bilang bahwa kita harus tersenyumkan "meski tanpa rasa".

    Mas Hendra terimakasih sudah mampir. judul bukan tanpa kebingungan, lebih kepada kekhawatiran yang berteman dengan keraguan tanpa rasa... jiah ngomong opo yo kang... piye siap ke Hongkong....?

    BalasHapus

Mari kita buat semua ini menyenangkan.

Google+ Badge