Selasa, 18 Mei 2010

Cinta Pejantan Terindah #1

Dari ujung pantai masih belum terlihat ada setitik hitam sebuah bayangan, lelaki itu masih saja dengan doa-doa yang sama, berdoa untuk seseorang yang ia harapkan pulang dengan selamat. Beberapa waktu berlalu seperti waktu yang telah lelaki itu jalani, Setiap sore ia akan menunggu seseorang yang selalu melewati jalan sama dari ujung pantai muara Opak. Lelaki itu menikmati bayangan seseorang itu, dari mulai bayangan hitam kecil yang muncul dari ujung sana, sampai pada bayangan seseorang itu yang menyentuh dirinya. Lelaki itu tak pernah lupa berucap pada Matahari sore yang selalu membuat bayangan seseorang itu menjadi semakin indah, terima kasih telah menyatukan bayangan kami.

Sore itu Lelaki nampak pucat, matahari merasakan kegundahan lelaki itu. Matahari mencoba bertahan dengan sinar sorenya agar tidak menghilang, karena jika matahari meninggalkan lelaki itu makan ia tak akan menyatukan bayangan mereka berdua. Matahari bertahan dengan menambah mega sore. warna orange keemasan di ujung sana terlihat sangat menawan, lelaki itu berujar kepada daun bakau yang masih kecil. Namun tetap saja, bayangan kecil itu belum juga muncul. Matahari semakin khawatir, ia merasakan keraguan sore ini.

Hari itu sang Lelaki tak merasakan sentuhan bayangan seseorang yang ia selalu tunggu. Matahari bersedih, merasa bersalah. Si Lelaki sudah pulang, dia teringat semua kenangan setiap sore bersama seseorang yang ia tunggu. Moment bersatunya bayangan seseorang yang ia tunggu menyentuh tubuh Lelaki adalah yang paling indah selama hidupnya. Lelaki membayangkan jika saja matahari tidak cepat-cepat pergi.

Imajiner gila Cinta Penjantan Terindah#1 inspirational Photo

5 komentar:

  1. wkwkwkwk,, saya lari ke postingan ini gara2 baca postingannya mas Yayat, dan entah kenapa tiba-tiba saya jadi ngakak sendiri. Btw saya tetep penasaran dengan mas Gugun dan pengen ketemu langsung lho ;)

    BalasHapus
  2. Hehehe ayo kalo mau ketemu, saya tunggu di bawah jembatan lempuyangan pas sore, sambil ngliat sunshet dari sana bersama anak2 kecil yang lari-lari. Ntar tak kasih tau bakul telur puyuh yang curang sama anak-anak. Kalo gak mau saya tunggu aja di pantai siung sambil manjat kalo sudah capek makan kakap di pantai Drini. Let's make it happend.

    BalasHapus
  3. ayuk,, saya juga seneng liat sunset dari flyover lempuyangan sambil naik transjogja. Tapi keknya pilihan yang di Siung lebih asyik :D misal nggak ke siung ya Nglanggeran yang deket aja, apa caving di luweng jomblang.

    BalasHapus
  4. salah masuk ruangan nih.. sepertinya mas gugun lagi melakukan ritual merayu gadis senja...
    nanti dateng lagi..

    *tengok kanan kiri, cari komentar saya yang hilang di tulisan ini*

    BalasHapus
  5. hahaha oro ono komen kuwi... salah ngamar... nig FB nek kuwi.Kita berdua aja yuk Sash, ntar tak traktir kopi aja. Kalo ada Yayat malu aku jadinya... Kopi buat yayat sudah tak simpen buat kapan-kapan aja.

    BalasHapus

Mari kita buat semua ini menyenangkan.

Google+ Badge