Tampilkan postingan dengan label Canting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Canting. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

Happiness to me is Canting

Saya akan selalu mengingat satu dari sekian banyak cerita yang Canting bersama saya lewati. Sesaat setelah mereka pergi dari rumah di Pugeran. Sambil menahan keseimbangan tubuh yang masih belum sepenuhnya bisa berdiri tegak. Saya merasa mendapat obat yang melebihi suntikan dokter yang memeriksa penyakit saya. Ya, merekalah obat yang sangat manjur, temen-temen dari Canting yang saat itu datang ke rumah.

Saya mencoba nahan emosi seneng campur sedih kalau mengingat kejadian itu. Setelah mereka pergi dari rumah, sepatah kalimat dari orang yang sakit "thanks God telah mempertemukan saya dengan mereka."

kesederhanaan dalam jalinan pertemanan. Mereka datang membawa semangat, selain itu membawa amplop putih yang benar2 sangat membantu. Maklum, seorang freelance kalau sakit tidak akan bisa kerja, bahkan periksa ke dokterpun saya minjem uang mas Riski. Saat ini saya kembali meminta doa kepada yang diAtas agar jangan pernah menghilangkan ingatanku bersama mereka, yang baik bahkan absurd, jangan pernah menghilangkan itu semua" amin 7X. tapi bukan amplop putih itu, apa yang sudah saya dapatkan tidak bisa hargai dengan apapun. kedatangan mereka melebihi resep dokter apapun.

Saya mendapat sms dari Mesha yang mengabari bahwa Ika baru saja mengalami musibah kecelakaan yang harus dirawat di rumah sakit Panti Rapih Jogja. Jika saja saya berada di Jogja saya pasti akan langsung menemuinya. Menanyakan kabarnya.

Sesaat hape ika tidak bisa dihubungi. Setelah posting di grup, dan kemudian saya sadar bahwa ini dunia yang sedang saya nikmati adalah dunia ala canting, tidak perlu bertanya lebih. Ternyata teman-teman canting sudah ada menemani Ika di Panti Rapih. Ini Canting, saya langsung ingat kejadian ketika saya pernah dikondisi seperti ika, sakit kemudian seorang teman menemani. Sedih campur seneng kalau melihat apa yang terjadi dengan mereka. Canting, kembali saya meminta doa kepada Tuhan agar selalu memberiikan yang terbaik buat mereka, buat canting buat jalinan pertemanan inin buat impian yang telah mempertemukan kami.

What is happiness to you? Kembali pertanyaan ini menjadi jawaban untuk saya, entah sudah berapa banyak jika saya menghitungnya. Bahwa happiness (tanpa berpikir lama), to me, is canting. ya, canting sekali lagi.

Saya pernah menuliskan beberapa hal yang pernah terjadi di tahun 2011 mengenai happiness, dan semua yang terjadi itu sangat berhubungan dengan canting. Saya jadi bingung, canting telah banyak merubah semuanya. List itu berisi tentang kebahagiaanku untuk diriku dari canting.

It could come from anything, anywhere, anytime. It come from Canting. Happines to me is canting.

Foto ini memerikan kembali jawaban kenapa saya mencintai canting. Semuanya, dimanapun, kapanpun mereka tetap 'begitu' I love it.

Untuk Ika semoga lekas beraktifitas seperti biasa ya.



Jumat, 18 Februari 2011

Canting Setahun Ini

Satu demi satu memori dalam sebuah gambar terkumpul, secara tak sadar telah menjadikan foto-foto dan video ini bercerita dengan sendirinya. Paling tidak setiap gambar yang terekam ini selalu bisa membuat saya tersenyum sendiri, menyadari apa yang telah dilakukan dan akan selalu dilakukan ternyata memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar pertemanan. Selamat menikmati Video penuh kesenangan ini.



Kemarin rasanya baru saja bertemu dengan kelompok orang yang berkumpul samping pintu masuk pameran buku, 5 Februari 2010. Saat ini kelompok orang tersebut telah menjelma menjadi kumpulan yang bukan hanya sekumpulan kelompok orang.

Membentuk suatu komunitas kata temen-temen yang pernah saya temui katanya cukup gampang. hanya dengan ya, mereka sudah bisa memploklamirkan sebuah komunitas baru. Tapi, mempertahankan komunitas itu merupakan hal yang membuang jauh kata ‘gampang’. Komitmen, ketulusan, konsistensi orang-orang yang bergabung dalam sebuah komunitas, itu adalah kunci dari semuanya. Dan selama setahun ini saya dan teman-teman telah berhasil melaluinya, tidak dengan mudah karena tetap saja ada hambatan-hambatan.

Tidak akan ada komitmen, ketulusan adau konsistensi kalau kita sendiri tidak merasa senang dalam berkomunitas. Dalam perjalanannya Canting mengalami juga banyak hambatan, tidak seperti jalan yang selalu mulus. semakin berumur maka beberapa hambatan, gangguan juga pernah ada dalam berkomunitas. Kepentingan pribadi biasanya yang menjadi gangguan dalam sebuah komunitas.Tapi untuk canting kita sama-sama berangkat atas nama ‘kesenangan’ dengan segala keterbatasannya mampu menepis masalah-masalah itu. Dan semoga saja kebersamaan ini akan tetap terjaga, mengatasi segala hambatan yang ada.

Suasana kegilaan yang selalu ditemui, kebebasan dari temen-temen, itu yang membuat Canting menjadi tempat untuk sekedar keluar dari rutinitas sehari-hari. Meski keaadan terdesak karena dikejar Skripsi, tidak punya duit sama sekali, ditambah hati galau karena cinta. Itu yang menjadi semarak Canting setahun ini. Kesenangan itulah yang sedikit melupakan masalah pribadi yang kadang harus terpaksa juga tentunya.

Memang saya akui bahwa Canting ini masih merupakan bayi kecil yang baru bisa berdiri dalam usianya yang setahun ini. masih perlu banyak bimbingan agar tau jalan mana yang mesti ditempuh kemudian. Seperti baru saja kemarin bertemu dengan orang-orang ini, duduk lesehan, makan sebuah paket makanan cepat saji merek jepang yang disediakan kompasiana ngangkring dan berfoto bersama dibalik logo biru itu. Bayi kecil ini semakin hari mulai tumbuh, tumbuh dengan kemandiriannya, tumbuh dengan dukungan orang lain, tumbuh dengan kesenangannya. Canting Tetap menjadi sebuah rumah, rumah tempat berteduh dari temen-temen yang ada didalamnya, tempat untuk berbagi.

Jika kemarin seorang teman pernah bertanya “Canting itu apa?” maka saya selalu menjawab, kemarilah dan kami tidak perlu bercerita banyak. Rasakanlah setiap kata yang kami teriakan, ikutilah setiap game yang kami mainkan, melangkahlah bersama. Akan kau temukan kesenangan yang tidak perlu jauh-jauh dicari. Show it dont Tell it.


.:Selamat Ulang Tahun teman-teman Canting :.

Rabu, 26 Januari 2011

Bus, Pak Sopir, Penumpang & Canting

Seperti sebuah bus tua antar propinsi yang kadang harus berhenti lama untuk mengistirahatkan mesinnya karena melakukan perjalanan yang cukup jauh. Jalan panjang yang ditempuh, keluar masuk hutan, jalan yang penuh dengan tikungan, tanjakan, dan bahkan jalanan berlubang yang memaksa penumpang didalamnya berteriak. Begitu juga dengan Canting, sebuah komunitas yang terbentuk karena memiliki aktifitas yang sama, baik itu aktifitas dalam dunia maya maupun dunia nyata.

Canting seperti hanya sebuah bus yang penumpangnya entah berasal dari mana. Seorang sopir mengantarnya, sopir yang menjalankan kendaraan ini. Sopir tersebut adalah ‘kesenangan(baca: bersenang-senang)’ dalam situasi apapun. Terkadang ada juga kondektur yang ikut membantu sang sopir(baca; bersenang-senang) itu adalah; bersenda gurau, tertawa, sedih dan bergembira itu semua bagian dari kesenangan. Itulah kekompakan sopir dan kondektur yang membawa Canting.

Lalu apa yang membawa mereka, kendaraan itu, bus itu, apa yang dibawa pak Sopir? Bus itu adalah merupakan sebuah kebersamaan. Kebersamaan dalam bersenang-senang, kebersamaan dalam tertawa dan bahkan kebersamaan dalam melakukan hal gila. Kebersamaan itulah yang membawa canting seperti sekarang ini, menembus perjalanan yang memang belum cukup panjang. Tikungan tajam, jalanan berlubang belum begitu dirasa, namun sejauh perjalanan yang dibawa, Canting telah memberikan pengalaman yang cukup melewati batas kegilaan.

Lihatlah, penumpang dalam bus itu sangat beragam. Tidak perlu banyak dijelaskan disini, sepertinya teman-teman harus ikut naik bus ini agar bisa merasakan, melihat setiap kegilaan penumpang bus ini, mendengar apa yang mereka bisikan dan teriakan. Saya yakin, pengalaman tersebut akan memberi jawaban tentang keberagaman penumpang bus Canting ini. Jangan heran jika mendengar ketidakwajaran disini, apalagi melihat keganjilan bahkan hal absurd yang sering terjadi selama perjalanan ini.

Seorang penumpang bertanya, “mau kemana kalian ini?” penumpang yang lain saling berpandangan, tidak ada yang menjawab. Pak Sopir yang sedari tadi diam kemudian berujar. “Kami akan bersenang-senang.” Kondektur juga memberi penjelasan. “Kita akan bersenang-senang disini, bersama-sama melakukan apa yang kita senangi dengan senang hati.” “Kita senang bergembira, kita juga tidak melupakan yang lain.” Penumpang itu kembali bertanya. “Apa kalian selalu bersenang-senang.” Secara serempak seluruh penumpang berteriak “Ya, kami selalu bersenang-senang.”

“Kami senang berbagi kepada yang lain, kami senang melihat teman kami yang kesulitan bisa dibantu sebisa kami, kami senang berada dalam kondisi penuh ketegangan seperti ketika berada dibawah gunung Merapi yang sedang marah untuk memberi bantuan. Kami senang bermain di pantai, sambil menanam pohon bakau. lebih menyenangkan. Kami senang ke pinggiran kali dan berinteraksi dengan warga pinggiran disana. Dan kami selalu dengan senang hati melakukan apa yang memang ingin lakukan. Kami orang-orang yang pernah dianggap gila, kami orang yang tidak suka dengan kata-kata tidak mungkin. Dan kami bersenang-senang dengan perjalanan ini. Ini semua yang mempertemukan kami semua, Kesenangan dan Kebersamaan.”

Perjalanan masih sangat panjang teman. Tetap bersenang-senang, ekspresikan itu dengan kegilaan yang akan terus dilakukan, keabsurdan akan terus diciptakan. Bus ini akan terus berjalan mengantarkan harapan dan keceriaan.

Bus berhenti pada sebuah tempat peristirahatan. Pak sopir tersenyum kepada penumpangnya. “Tidak selamanya kita akan terus bersenang-senang, kita istirahat dulu, nanti kita pasti akan lanjutkan lagi.”

———————————————————————————————————————————–

Selamat menjelang ulangtahun temen-temen di Canting & petualangan tidak ada batasnya.

Senin, 20 Desember 2010

1000 burung kertas dari Goodreads

Pagi itu beberapa teman sudah berkumpul, dengan seragam hitam dan putih mereka terlihat kompak dari kejauhan. Jogja, 19 Desember, meneruskan cerita 1000burungkertas ketika sama-sama menjadi volunteers untuk Merapi, Canting dan GRI(Goodreads Indonesia) memang berencana untuk bersama-sama bermain dengan anak-anak di Sanggar Studio Biru. Untuk teman-teman yang belum tahu Studio Biru, saya akan cerita sedikit tentang sanggar anak diatas bukit ini. Sanggar ini sebelumnya merupakan rumah darurat untuk Korban gempa 2006 lalu, rumah darurat itu sekarang digunakan sebagai sanggar studio biru karena memang awalnya rumah itu digunakan oleh beberapa volunteer untuk pendampingan anak pasca gempa. Setelah masa recovery selesai ternyata sanggar itu masih tetap berlanjut selama 4 tahun ini. Rendra, dialah yang mendampingi anak-anak di Pedukuhan sengir, kecamatan Prambanan Yogyakarta yang setia mendampingi anak-anak tersebut. Sendirian, dengan semangatnya dia mendampingi anak-anak itu sampai sekarang.Kondisi saat ini memang memprihatinkan, melihat semangat anak-anak disana, diam ternyata menjadi pilihan terburuk bagi saya dan teman-teman.Sedikit-demi sedikit donasi baik itu buku, dana dukungan serta dukungan moral dari teman-teman membuat kami percaya bahwa perbaikan Sanggar Studio Biru akan cepat terlaksana.

Tempat yang sangat sulit ditempuh menjadikan Sanggar Studio Biru tidak diketahui oleh kebanyakan orang, namun tidak demikian dengan saya dan teman-teman yang suka kelayapan menyusuri jalan kecil di Jogja. Dan, kami beruntung bisa bertemu dengan sanggar Studio Biru.

Sebelumnya kami senang setelah mendengar kabar bahwa ada perusahaan yang mengadakan CRS membantu kegiatan sosial seperti ini. Founding itu berasal dari program Klik Hati dari MERCK Indonesia, namun sepertinya karena terlihat seperti kompetisi dengan syarat dan ketentuannya kami kemudian berniat untuk lebih keras dan semangat mengkampanyekan 1000burungkertas untuk Hope & Happiness ini. Beruntung juga kami bisa bertemu dengan komunitas GRI yang mempunyai semangat sama untuk perubahan khususnya anak-anak Indonesia. namun, seperti kata seorang teman bahwa "kalau untuk tujuan memanangkan kompetisi Klik Hati itu tidak baik, lakukanlah seperti yang kalian lakukan dulu. dengan tujuan yang berasal dari hati kalian sepertinya itu sudah merupakan kemenangan yang sebenarnya, jadi semangat terus pantang mundur!" maturnuwun buat Babeh Helmi yang selalu membimbing kami. kami sebenarnya hanya ingin memberitahukan bahwa kebersamaan ini akan lebih menyenangkan jika bertemu dengan kesempatan Klik hati itu, semoga saja ya Beh karena kita juga selalu percaya dari niat baik akan berakhir baik pula.

Sebuah tulisan penuh warna menyambut kami, saya dan temen-temen dari Goodreads tidak menyangkan akan ada penyambutan seperti itu. Sepertinya perjalanan yang menegangkan naik bukit sengir telah terbayarkan dengan penyambutan itu, sebelumnya dalam perjalanan ada Panda yang terpeleset juga Desi dan Mey yang motornya hampir terjatuh. yang jelas ketegangan sangat terlihat di muka temen-temen GRI yang baru pertama kali di Studio Biru, tapi saya percaya bahwa ketegangan itu akan menjadi kenangan bersama keceriaan di Studio Biru.

Kedatangan kami sepertinya pas sekali dengan moment sehabis tes sekolah, tanpa beban ujian anak-anak itu bergembira , bersenang-senang bersama kami. Saya tidak akan banyak menceritakan keceriaan kami kemarin, semoga dengan gambar-gambar ini temen-temen bisa ikut merasakan keceriaan kemarin di sanggar Studio Biru. Terimakasih buat Goodreads Indonesia juga sanggar Studio Biru dan juga untuk temen-temen Canting yang selalu penuh SemangArt. Suara tawa itu tergambar dengan jelas.





Ini dia temen-temen yang selalu penuh tekad dan semangat


1000burungkertas

Hope & Happines

untuk dukungan #1000burungkertas program #klikhati:

lets follow

twitter: @burung_kertas

facebook fanpage: 1000burungkertas

Jumat, 28 Mei 2010

Baron Undercover

Hanya ingin berbagi tentang obrolan di malam hari mengenai sebuah perjalanan untuk liburan panjang pekan ini. Pantai Baron mungkin temen-temen sudah banyak mengetahui tentang salah satu pantai di jogja ini. Namun ternyata tidak banyak orang yang menikmati dengan klimakas apa yang telah ditawarkan Baron, hingga obrolan malam itu kami sebut Baron Undercover karena banyak diantara temanku yang belum tahu enaknya Baron selain mandi di sungai Baron, menikmati aktifitas nelayan di pantai tersebut dan mencari ikan segar untuk di panggang ramai-ramai.

"Kok kamu dapat foto itu." itu pertanyaan dari seorang kawan hingga akhirnya saya mendapat motivasi untuk menuliskan tentang keberadaan foto perjalanan itu. Sebenarnya gambar itu saya ambil pada tahun 2009, tepatnya dari atas bukit kapur sisi kiri Pantai Baron Yogyakarta.

"Memangnya ada jalan menuju tempat itu, kok saya tidak tahu." Kemungkinan karena waktu itu teman saya pas datang ke Pantai baron dalam kondisi pantai yang rame pas liburan, jadi bisa dipastikan akses jalan pun tertutup oleh banyaknya pengunjung yang datang menikmati salah satu wisata pantai di Gunung Kidul itu. Jalan kecil menuju bukit kapur sisi kiri terdapat dua buah, ada yang setengah curam dan ada yang sangat curam. yang pertama saya sarankan untuk menjadi pilihan. Dengan memasukan 1000 rupiah kedalam kotak amal (jangan terlalu pelit jadi orang, bayangkan penduduk setempat membuat jalan tidak dengan mudah lho, apalagi batu kapur disitu sangat keras) kita bisa menuju ke bukit kapur yang menjorok ke lautan tersebut.

jalanan curam yang bisa menguras energi, tapi percaya saja kita akan bertemu dengan jerih payah kita nantinya.

"Waktu itu sendirian, gak ada orang disitu." Tenang saja kawan, ada nikmatnya sendirian ada kurang enaknya berpetualang sendirian. Di atas bukit tersebut juga terdapat beberapa pedagang, terus pas disisi ujung dinas parwisata juga sudah membuat sebuah Gazebo kecil yang sekarang usdah penuh dengan coretan. Oh ya jika pas beruntung kita juga bisa melihat penduduk setempat yang sedang memasang perangkat untuk burung atau kelelawar(yang ini patut dipertanyakan).
Menuju Gazebo diatas bukit Baron

"Ternyata memang benar, keindahan pantai Gunung Kidul bisa dinikmati dari atas sini." Dari atas kita bisa melihat beberapa pantai favorit yang terdapat di Gunung Kidul. Pantai terdekat tentu saja dengan sangat jelas kita bisa melihat pantai Kukup yang memiliki Tanah Lotnya sendiri.

Pemandangan pantai yang ada disisi Baron, Pantai Kukup dengan Tanah Lotnya terlihat dengan jelas

Jangan lupa membawa oleh-oleh. Saya berani bilang diantara penjual buah Sirkaya yang ada di sepanjang pantai di Gunung Kidul, di baron yang paling komplit. dari yang masih benih, belum matang dan hampir busuk. Lebih baik jika kita membeli Buah Sirkaya yang setengah matang. Dan kalo mau langsung di makan cari yang buahnya matang di Pohon itu sangat enak.

Penjual Sirkaya paling banyak terdapat di Baron dibanding pantai lainnya
yang mentah lupa di foto jadi saya hidangkan yang sudah mateng saja ya.

Jika ada yang sudah sering ke jogja dan hanya menikmati wisatanya yang selalu itu-itu saja, tidak ada salahnya bermain ke timur Yogyakarta untuk menikmati wisata pantai yang ditawarkan di Gunung Kidul. Pantai Baron terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 20 km arah selatan kota Wonosari (40 km dari kota Yogyakarta) tidak sampai 1 jam untuk mencapai Pantai di Gunung Kidul. Apalagi kita tidak hanya akan menikmati satu pantai saja, Gunung Kidul menawarkan 7 pantai langsung dalam sekali perjalanan. Pantai baron menjadi pantai pembuka diantara 7 pantai yang lain, Pantai Kukup, Sepanjang, Drini,Sundak,Krakal dan yang agak jauhan dikit adalah Pantai Siung. Pantai-pantai tersebut sebenarnya terlalu singkat jika hanya dinikmati dalam satu hari, satu hari terasa kurang jika ingin exlpore pantai-pantai itu.

beragam pemandangan yang bisa menarik mata untuk melihatnya.

Last but not least, akhirnya teman saya itu berencana pergi ke Baron dan ke 6 pantai lainya, apalagi dia juga akan menuju ke Ngrenehan dan Ngobaran yang belum sempet saya singgahi. Sepertinya balas dendam sudah menunggu.

Salam
.
Gugun
Djakarta, 28 Mei 2010 pinggir rel Cawang.
Dikancani lagune Crisye - Negriku
“Capailah angan dengan segenap rasa….”

“Selamat berakhir pekan.”


Selasa, 18 Mei 2010

Cinta Pejantan Terindah #1

Dari ujung pantai masih belum terlihat ada setitik hitam sebuah bayangan, lelaki itu masih saja dengan doa-doa yang sama, berdoa untuk seseorang yang ia harapkan pulang dengan selamat. Beberapa waktu berlalu seperti waktu yang telah lelaki itu jalani, Setiap sore ia akan menunggu seseorang yang selalu melewati jalan sama dari ujung pantai muara Opak. Lelaki itu menikmati bayangan seseorang itu, dari mulai bayangan hitam kecil yang muncul dari ujung sana, sampai pada bayangan seseorang itu yang menyentuh dirinya. Lelaki itu tak pernah lupa berucap pada Matahari sore yang selalu membuat bayangan seseorang itu menjadi semakin indah, terima kasih telah menyatukan bayangan kami.

Sore itu Lelaki nampak pucat, matahari merasakan kegundahan lelaki itu. Matahari mencoba bertahan dengan sinar sorenya agar tidak menghilang, karena jika matahari meninggalkan lelaki itu makan ia tak akan menyatukan bayangan mereka berdua. Matahari bertahan dengan menambah mega sore. warna orange keemasan di ujung sana terlihat sangat menawan, lelaki itu berujar kepada daun bakau yang masih kecil. Namun tetap saja, bayangan kecil itu belum juga muncul. Matahari semakin khawatir, ia merasakan keraguan sore ini.

Hari itu sang Lelaki tak merasakan sentuhan bayangan seseorang yang ia selalu tunggu. Matahari bersedih, merasa bersalah. Si Lelaki sudah pulang, dia teringat semua kenangan setiap sore bersama seseorang yang ia tunggu. Moment bersatunya bayangan seseorang yang ia tunggu menyentuh tubuh Lelaki adalah yang paling indah selama hidupnya. Lelaki membayangkan jika saja matahari tidak cepat-cepat pergi.

Imajiner gila Cinta Penjantan Terindah#1 inspirational Photo