Sabtu, 02 Januari 2010

Yang Jernih di Wediombo

Hari baru di tahun yang baru ini saya mulai dengan berpetualang menuju pantai Wediombo. Pantai yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul Jogjakarta, jarak yang ditempuh dari kilometer oskar (my vega R plat R) adalah 81 km. Cukup jauh memang, tapi jangan kuatir rasa jauh yang ditempuh akan hilang dengan pemandangan yang hijau tertata rapi selama perjalanan. Apalagi jika sudah sampai tempat tujuan, terbayarkan pasti rasa lelah selama perjalanan.

Perjalanan menuju Pantai Wediombo bisa ditempuh dengan mudah, dari Yogyakarta langsung saja menuju Wonosari. Selama perjalanan penunjuk jalan akan selalu ada, ini sangat memudahkan untuk orang yang pertamakali. Rute paling deket yang saya dapati adalah melalui Playen, dari pertigaan wonosari belok kanan langsung dan ikuti terus jalan yang akan tembus menuju jalan Baron, jalanan di Playen masih lumayan sepi juga. saya menghitung pom bensin ada setiap 8 kilometer di jalan utama, jadi jangan kuatir akan kehabisan bahan bakar. Tapi kalau sudah menuju jalan kecil atau tembusan akan sulit menemukan penjual bahan bakar dan tukang tambal ban, lebih baik kalau kita persiapkan perjalanan dengan baik terlebih dahulu.

Selama perjalanan pemandangan disisi jalan pasti akan menggoda kita untuk mengambil gambar, selama dijalan mending kita juga harus selalu hati-hati jangan terlalu terpesona dengan hijau pohon karena pengendara lain bisa saja ngebut dan tidak memperhatikan kendaraan kita ditambah kondisi jalan yang berkelok. jadi sebelum berhenti dan parkir selalu berhati-hati dengan pengendara lain, apalagi kalau sudah masuk jalan kecil ada juga pengendara yang asik bermain dengan handphone mereka saya sangat benci pengendara yang menggunakan HP saat berkendara.

Sampai pada belokan pertama dari jalan Baron, di kilometer pertama yang menuju Wediombo kalau anda tertarik dengan gua, disisi selatan ada sebuah gua yang warga setempat menyebutnya Ngingrong. Anda akan menemukan sebuah lembah yang curam dari jalan, disitulah lokasi Ngingrong berada. Saya sempat bertanya dengan Pak Petani yang sudah sangat tua yang saat itu ada di situ Ngingrong berarti gua atau ning leng yang berarti didalam lubang, sayang petani tua itu sepertinya mengalami keterbatasan pendengaran jadi saya tidak bisa bertanya lebih banyak. disisi Ngingron ditanami juga tanaman oleh petani setempat, dari atas terlihat genangan air yang berada dimulut gua.Kemudian dari seorang wisatawan yang mampir ke ngingrong juga saya dapati informasi bahwa Ngingrong ini akan dijadikan objek wisata.

Oh ya sekedar informasi, pantai Wediombo juga berada di satu jalur menuju ke Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Sepanjang, Pantai Sundak, Pantai Krakal, Pantai Siung dan pantai Sadeng . Tidak cukup sepertinya kalau satu hari sisir pantai di Gunung Kidul ini. Yang semuanya masih sangat mempesonakan, tapi 1st trip yang saya lakukan kali ini hanya untuk bermain di Pantai Wediombo dengan pasir putih dan gugusan karang yang menarik.Kemungkinan nyasar sepertinya sangat kecil, meskipun nyasar yang pasti jalan yang nyasar tersebut akan membawa anda menuju pantai yang disebutkan diatas tidak rugi meski nyasar.

Retribusi untuk di Wediombo masih sangat murah, untuk satu orang harus membayar sebesar Rp. 2000 dan parkir untuk motor Rp. 2000. tapi setelah jam 4 atau 5 sore biasanya petugas sudah pulang jadi tidak ada petugas yang menjaga.

Dari informasi yang saya dapat Wediombo memiliki arti Wedi: pasir dan ombo: luas, pasir yang luas. Tapi ternyata tidak juga pasir yang ada di pantai ini tidak seluas yang saya bayangkan sebelumnya, sebelumnya saya membayangkan bentangan pasir yang luas seperti yang ada di Pantai Parangkusumo. Pantai ini malah terkesan seperti teluk, diapit oleh dua buah bukit yang sangat menawan.sebuah panorama yang sangat menarik.

Di pantai ini akan banyak ditemui batu karang yang berada di bibir pantai, karang-karang tersebut menjulang dengan sangat indah, gagah melawan ombak disinari matahari yang akan menghilang. Sore adalah moment terbaik jika ingin melihat kecantikan karang tersebut, cahaya dari matahari sore memberikan kesan yang sangat gagah pada karang-karang tersebut.

Batu karang tersebut biasanya digunakan oleh para nelayan sebagai tempat untuk memancing, kalau beruntung kita bisa membeli langsung ikan tangkapan nelayan tersebut. satu ikan Panjo yang panjang biasa dijual dengan harga 30.000 tapi kalau anda sudah biasa membelinya atau berani menawar dengan 15.000 anda sudah bisa mendapat ikan tersebut. Setiap karang yang ada disitu memang menarik tapi yang paling enak adalah karang yang ada disisi kiri, lebih tertata dan lebih tinggi, view panorama juga menjadi lebih indah.

Di Wediombo kita akan mudah menemukan ikan hias yang berenang dipinggir pantai, udang hias yang sangat cantik, bintang laut dan landak laut yang sangat keras. keanekaragaman hayati itu bisa dengan mudah kita temui, banyak dari para wisatawan yang menangkap hewan laut itu dengan mudah. jika anda beruntung udang hias yang biasa dijual dengan harga tinggi bisa ditangkap dengan mudah disini.

Rumput Kendal begitu para nelayan disitu menyebutnya, rumput tersebut biasanya berada di bibir pantai dan sangat mengganggu pemandangan sebenarnya kalau tidak dibersihkan. Ternyata rumput Kendal juga dimanfaatkan oleh beberapa warga setempat untuk dikumpulkan dan dijual ke Surabaya, ketika ditanya manfaat rumput itu petani kendal tersebut menjawab tidak tahu kegunaan dari rumput kendal itu, mereka hanya mengumpulakan dan menjual perkilo dengan harga 500 rupiah.

Meski ada papan yang bertuliskan dilarang mandi di pantai, tetep saja para wisatawan mandi. pasti tidak ada yang menyia-nyiakan melihat pantai yang masih jernih itu sungguh pengalaman yang sangat menarik bisa mandi di pantai yang jernih. kalau mau berenang saya sarankan untuk di sisi sebelah utara karena disitu ada dasaran pasir putih yang cukup luas, menyenangkan bisa berendam diatas pasir putih. Dan anda juga tidak perlu kuatir, ada beberapa bapak-bapak Tim SAR yang selalu berpatroli.

Puas berenang dipantai yang jernih ini, rasa lapar akan melanda. Tidak ada menu istimewa selain pecel dengan tempe hitam dan beragam gorengan yang ditawarkan, cukup dengan Rp. 2000 bisa mendapat pecel yang cukup banyak ditambah gorengan yang bisa dapat 3 dengan Rp. 1000, wow masih ada harga semurah itu ditempat wisata, salut buat mbah-mbah yang mau naik turun jalan untuk menjual pecel ini. Selain pecel ada juga beragam penjual yang rata-rata menjual Mie Ayam dan Bakso.

Panorama sunshet adalah tujuan kebanyakan para wisatawan untuk datang ke Wediombo, pantai yang diapit oleh 2 bukit ini menyajikan panorama yang sangat indah untuk sunshet. Posisi pantai yang tepat menghadap ke barat semakin menambah pesona sunshet di pantai ini, batu karang akan semakin gagah dengan deburan ombak yang keras. Warna air laut beranjak bergradasi. that's moment ro remember.

Akhir perjalanan ini berada di Jogja View, dari atas bukit Pathuk ini kita bisa melihat indahnya kota Jogja dimalam hari dengan beragam warna lampu yang ada. ditemani jagung bakar saya selalu terpesona dengan Jogjaku.

Ada cerita tersaji dibalik perjalanan ini, terimakasih buat bapak konsultan bangunan dan keluarganya yang melindungi saya dari ombak besar diatas karang semoga kita bisa ketemu lagi di tempat wisata yang lain, sayang kita gak tukar kartu nama padahal obrolan tadi sangat menarik. yang kedua buat Pak Mintoro, tukang tambal ban di Tepus. hangatnya teh sore tadi menambah perkenalan kita, pasti saya akan mampir di perjalanan berikutnya. Ternyata memang benar apa yang anda katakan bahwa orang kampung memang baik, salam buat anda dan keluarga. Yang terakhir buat Oskar motor vega R berplat R yang tiba-tiba bocor dan akhirnya membuat saya bisa berkenalan dengan keluarga baik di Tepus. Weith Ronny buat minjemin kameranya, ok cui tak silih sedina yo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mari kita buat semua ini menyenangkan.

Google+ Badge